Sedangkan program budidaya jamur tiram ini, bersumber dari dari Dana Desa Geulanggang Kulam TA 2024, dalam kegiatan ketahanan pangan dengan nilai anggaran Rp 50 juta untuk 5 kelompok tani.
Konsentrasinya, budidaya jamur tiram dapat dipanen setelah 20-30 hari masa pembibitan. Dengan modal Rp 10 juta per/kelompok tani, budidaya jamur tiram dapat menghasilkan sekitar 5 Kg per/hari selama 6 bulan masa panen, dengan harga jual Rp 40 ribu per/kilogram.
Sehingga, dalam waktu kurang lebih 6 bulan dengan modal Rp 10 juta dapat menghasilkan Rp 36 juta. Dan untuk anggaran Rp 50 juta yang dialokasikan Desa Geulanggang Kulam untuk budidaya jamur tiram diperkirakan dapat menghasilkan lebih kurang Rp 180 juta dalam waktu 6 bulan.
(Heri)




