Apel pasukan yang digelar hari ini merupakan bentuk kesiapan dalam rangka keamanan seluruh tahan Pilkada tahun 2024 di provinsi Aceh.
“Kehadiran kita semua disini menandakan bahwa kita siap untuk memberikan yang terbaik demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat dalam menghadapi demokrasi pemilihan kepala daerah di provinsi Aceh,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan pengamanan pilkada nantinya akan dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari potensi konflik antar pendukung, penyebaran informasi palsu/hoax hingga kemungkinan adanya upaya-upaya mengganggu kelancaran proses demokrasi.
“Untuk itu saya instruksikan kepada seluruh jajaran untuk meningkatkan koordinasi dan bersinergi dengan stakeholder terkait serta seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Netralitas dan profesionalisme juga menjadi aspek yang sangat penting bagi kita. Tugas kita adalah untuk memastikan bahwa seluruh tahanan Pilkada dapat berjalan dengan aman, tertib dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Jangan sampai terpengaruh oleh kepentingan-kepentingan tertentu yang dapat merusak integritas sebagai aparat penegakan hukum dan pelindung masyarakat.




