Selayaknya pemerintah daerah melihat Gua Jepang ini dari sisi pembangunan terutama jiwa bangsa atau pembangunan kebudayaan atau pembangunan sejarah ini semua untuk menumbuhkan nasionalisme , untuk mengenang sejarah.
“Tidak boleh kita melupakan sejarah, makin jauh kita dari identitas tambah lemah kita secara psihis , kita tidak percaya diri dengan bangsa ini, dan Gua Jepang ini adalah karya orang Jepang, barangkali orang Jepang yang anak anak veteran mau melihat Gua Jepang ini , ingin melihat bapaknya berjuang di Gua Jepang tersebut, itu peluang untuk wisata, kenangan kenangan itu berpeluang di jual menjadi wisata,” katanya.
Dan pemerintah daerah dan Kodam II Sriwijaya harus melihat Gua Jepang ini sebagai aset.
“ Karena ini dikuasai Kodam II dulunya , dan komitmen Kodam II Sriwijaya untuk Gua Jepang ini tidak ada lagi, sementara ini banyak beralih tangan karena dulu prajurit menunggu aset Jepang ini kita tidak tahu proses beralihnya seperti apa, tetapi ini harus diharga sebagai suatu bentuk wilayah kekuasaan negara dan sebagai Defence Heritage,” katanya.




