“ Kalau melihat kondisi seperti ini , Gua Jepang ini betul-betul terancam punah dan bahkan isu warga setempat pernah ada yang menawarkan itu untuk dijual, kita mencoba menelusuri peningggalan Jepang yang ada disini dan ternyata ada tiga rumah diatas satu , di lingkungan SMP Karya Ibu satu dan dilingkungan Rimba Kemuning satu tadi jadi ada tiga rumah peninggalan Jepang kini sudah menjadi rumah pribadi,” katanya.
Tiga rumah tersebut menurut Vebri memang bercirikan Jepang yang difungsikan sebagai posko atau juga bisa di fungsikan bunker kecil.
“Kalau ditembak tidak tembus dan dindingnya tebalnya sampai satu meter,” katanya.
Pihaknya sempat menyambangi rumah peninggalan Jepang di dekat SMP Karya Ibu dan mewawancara warga yang menempati rumah peninggalan Jepang tersebut.
“ Selayaknya peninggalan ini diperhatikan oleh pemerintah daerah, karena sebenarnya kita merdeka , untuk membangun tapi pembangunan tidak hanya fisik tapi juga jiwa bangsa , membangun jiwa bangsa itu ya mengingat sejarah , bahwa ada Jepang menjajah kita 3,5 tahun dan ada peninggalan-peninggalannya disini, dan mereka bangun bukan dari uang Jepang tapi dari uang dari tempat mereka jajah ini ,” katanya.




