Pro dan Kontra pun mulai bermunculan dari lapisan masyarakat, ada yang mengatakan kenapa suasana Ramadhan ternodai dengan gebyar dan geber gas tong setan dan dentuman musik keras kora kora dan baling baling yang kesemuanya itu adalah bentuk permainan rakyat.

Hal senada juga disampaikan oleh Ali Ibra selaku Ketua Umum Jaringan Mahasiswa Demokrasi (JMD), saat dikonfirmasi oleh wartawan, Rabu (3/4/2024) mengatakan, “dalam bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, kita sangat menyayangkan dengan kegiatan PASAR MALAM yang berkedok memberikan hiburan, namun realisasinya hanya mengeruk keuntungan semata, yang kenyataannya hanya mencederai makna dari bulan Ramadhan itu sendiri,” ucapnya.
“Sebelumnya kita sudah menyoroti adanya kegiatan atau aktivitas Tempat Hiburan Malam (THM) yang tertuliskan Karaoke keluarga, namun menyajikan musik keras untuk para tamu pesanan dengan modus masuk dari belakang dan tutup dari depan seolah tak ada aktivitas di dalam. belum lagi ketangkasan ikan ikan masuk dari pintu samping atau pintu rahasia. Namun sebelum permintaan kami direalisasikan oleh Pemkab Asahan untuk menindak itu semua, PASAR MALAM malah di beri izin oleh Pemkab Asahan, jadi sekarang kita sama-sama tidak tahu kemana sebenarnya arah dari Visi dan Misi Kabupaten Asahan yang “SEJAHTERA, RELIGIUS DAN BERKARAKTER,” pungkas Ali Ibra. (tim).




