
Dikatakannya, terkait bencana alam yang terjadi di tahun ini diantaranya cuaca ekstrim, tanah longsor, karhutla dan gempa, Sumsel berada pada urutan kelima dari provinsi yang mengalami bencana.
“Berkaca dari pengalaman bencana yang terjadi di Sumbagsel tahun lalu, Pangdam mengingatkan untuk wilayah Sumsel, Jambi dan Bengkulu, perlu mengantisipasi terjadinya banjir dan tanah longsor,” kata mantan Kasubdismedonline Dispenad ini.
Kemudian, lanjut dia, potensi Karhutla di wilayah OKI, Bangka Tengah, Belitung Timur, Pesawaran Lampung dan wilayah lainnya, perlu disiapkan penanganan bencana tersebut.
“Bukan hanya dalam rangka darurat bencana, namun lebih kepada upaya mitigasi baik berupa penanaman pohon, pembersihan aliran air/sungai, pengendalian sampah, pembuatan tanggul air dan penyiapan air bersih serta sosialisasi bencana kepada masyarakat secara dini,” urainya.
“Untuk mencegah banjir yang lebih besar, maka program optimasi lahan rawa yang merupakan kerjasama TNI AD dengan kementerian pertanian, yang harus selesai pada Juni 2024, bisa diselaraskan dengan upaya pengendalian air,” pungkas Lulusan Akmil 1996 ini. (M.Tahan)




