
“Di Lomba Internasional dari 51 kategori kita bisa menyabet 21 emas dari keseluruhan keterampilan yang ada, namun disini masih mempelajari mobil combustion (bahan bakar) belum listrik, dengan peluang yang ada nanti kita akan buka investasi sebesar-besarnya,” tegas orang nomor satu di Indonesia ini.
Presiden menjelaskan, belakangan ini diketahui mobil dan motor listrik di Indonesia telah menyebar secara luas, serta memiliki pangsa pasarnya tersendiri. Namun di tengah kemajuan tersebut masih minimnya SDM di Indonesia khususnya para generasi muda di seluruh Indonesia yang dapat memiliki praktek atau mempelajari seputar mobil listrik.
“Bahkan hanya ada 10 SMK di pulau Jawa yang baru dapat bantuan dari pihak swasta untuk mempelajari hal tersebut,” tutupnya.[M.TAHAN]




