“Dengan adanya sejumlah temuan berupa uang puluhan milyar, dokumen, catatan transaksi keuangan, mesin penghitung uang dan puluhan senjata api di rumah dinas seorang Menteri, yang merupakan pejabat tinggi negara tentunya ini sungguh memprihatinkan, dalam kondisi tersebut dapat dinilai bahwa rumah dinas telah menjadi tempat transaksi layaknya seperti lembaga perbankan, tentunya ini telah terjadi kemunduran moral perilaku terhadap penyelenggara negara, dan keadaan ini dapat disimpulkan jika negara sedang dalam menghadapi keadaan darurat korupsi”, terang Seno Aji.
Atas dasar tersebut, DPP KAMPUD meminta kepada lembaga anti rasuah untuk tidak ragu mengungkap dan menyeret semua para pelaku korupsi di lingkungan Kementan sampai ke akar-akarnya secara obyektif dan tidak tebang pilih.
“Kita meminta kepada tim penyidik KPK untuk obyektif, tidak ragu, independen dan tidak tebang pilih guna menentukan semua pihak yang terlibat dalam skandal kasus dugaan korupsi di lingkungan Kementan sebagai tersangka, dalam rangka upaya mengusut tuntas mega skandal dugaan korupsi ini, kemudian menyeret ke pengadilan untuk disidangkan, dengan tuntutan yang seberat-beratnya dan menjebloskan ke hotel prodeo, dengan begitu agar ada efek jera dari para pelaku korupsi di Negara Indonesia”, ujar Seno Aji.




