Tanpa diduga, saat akan bersalaman meredam keributan, pemain Tim Dishub Asahan nomor 23 terlihat masih belum terima keputusan wasit dan mengucapkan kata-kata menyulut emosi pemain Wartawan FC yang berada di luar lapangan.
Akibatnya, terjadi aksi kejar-kejaran dan dorong-dorongan antara kedua tim. Miris, di saat kedua pemain tim saling dorong, sejumlah penonton, disebut-sebut masih punggawa Tim PSSA Asahan Divisi II PSSI, ikut campur dan memukul sejumlah pemain Wartawan FC, hingga keributan semakin melebar.
Di sisi lain, wartawan menilai kericuhan itu sebenarnya diawali aksi protes Heru Sihotang didampingi Mariadi, Manager dan Pelatih Wartawan FC kepada panitia, sesaat sebelum pertandingan dimulai.
Heru menilai, sebahagian besar pemain Tim Dishub Asahan berusia di bawah 30 tahun dan juga pemain Tim PSSA Asahan dalam Liga Divisi II PSSI.
“Sebenarnya kita menyesali keributan ini. Karena kita maen mau happy memeriahkan HUT Bhakti Adhyaksa. Tapi apa boleh buat. Mungkin mereka ( Tim Dishub Asahan,red ) tidak terima dengan aksi protes kita sebelum pertandingan tadi,” aku Heru usai pertandingan.




