
Sementara tersangka Johan mengaku sakit hati dengan korban, karena korban sering marah-marah dengan alasan tidak jelas.
“Pulang kerja mulutnya selalu bau alkohol,” katanya.
Saat marah, korban selalu memukul dan mencakar tersangka lalu teriak-teriak.
“Malu sama tetangga, kemudian saya bawa korban masuk, justru korban mau mengancam saya dan mau menghancurkan rumah saya. Melihat pisau ada di dapur, saya jadi khilaf dan langsung menusuk perut korban,” ujarnya.
Dari kejadian itu, dia mengaku menyesal dan meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban.(MH)




