“Untuk menunjang pengetahuan dan keterampilan petugas/admin Simfoni PPA, makan pemkab Labuhanbatu melalui DPPPA mengadakan pelatihan ini, kepada masing-masing instansi agar menunjuk petugas atau admin Simfoni PPA yang memiliki loyalitas, integritas, serta komitmen yang tinggi dalam memberikan layanan terhadap perempuan dan anak,” ucapnya.
Tuti menjelaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak dan TPPO masih menjadi permasalahan serius di masyarakat. Kekerasan terhadap perempuan dan anak telah memberikan dampak negatif dan luas, tidak hanya terhadap korban, tetapi juga berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang anak dalam kehidupan satu keluarga. Salah satu faktor penyebabnya adalah tidak adanya perllindungan perlakuan khusus terhadap perempuan dan anak.
“Untuk itulah Pemerintah Indonesia melalui kementerian PPPA mengembangkan Simfoni PPA,” jelasnya.

Mengakhiri arahannya, Tuti mengucapkan terima kasih kepada peserta yang hadir, dan narasumber yang telah menyempatkan waktunya.
“Saya yakin bahwa dengan semangat kebersamaan dan tekad yang kuat, kita dapat menjadikan Labuhanbatu sebagai daerah yang bebas dari kekerasan anak dan perempuan, dan TPPO, mari kita bergerak bersama untuk melindungi generasi mendatang dan membangun masa depan yang baik bagi semua,” tutupnya.




