Dari akun Facebook itu, ditulis kalau warga tersebut harus membayar hingga Rp 1 juta lebih untuk biaya iuran berlanggan PUDAM.
“Ada apa dengan PUDAM, dalam satu rumah ada 4 orang. Dari jam 7 pagi sam jam 6 sore tidak ada di rumah, air jarang dipakai tapi pembayaran selangit. Sudah bulak balek komplen tapi gak perna ditanggapi,” tulis Nur Warnik di beranda akun facebooknya.
“Sudah gila ku rasa PUDAM Tirta Bina Rantauprapat ini iya. Pemakaian rumah tangga satu rumah hanya 4 orang, tapi pembayaran satu juta lebih sebulan. Ada apa dengan PUDAM. PUDAM itu penipu, saya sudah 11 kali buat pengaduan, sekali pun tak ditanggapi,” tambahnya.
(Cip_JP)




