Senada dengan itu Tarmiji selaku massa aksi dan juga salah satu mahasiswa penerima beasiswa KIP menyampaikan bahwa dirinya dan beberapa temannya diminta sejumlah uang yang katanya sebagai bentuk terimakasih kepada pihak Kampus karena sudah mendapatkan dana beasiswa KIP.
“Awal mulanya saya dan 10 orang lainnya di kumpulkan diruang kelas oleh Mifta Arazy lalu kami diberitahukan bahwa kami disuruh bayar uang terimakasih sebesar Rp.3,1 juta perorang dan semua uangnya dikumpulkan pada saya. Kemudian setelah selesai saya disuruh mengantarkan uang tersebut ke Warkop Netral oleh Miftah, dan saya langsung antar uang tersebut ke Warkop Netral dan langsung saya serahkan kepada Miftah disitu ada juga Rektor Univa Labuhanbatu Basyarul Ulya Nasution dan Rusli,” ucap Tarmiji.
“Tidak sampai disitu kami juga diminta uang sebesar Rp.1.025.000 perorang yang katanya untuk bayar administrasi seperti (Almamater, uang pembangunan, kaos, dan KTM) dan kami langsung di bayarkan ke Bank Sumut yang ada di Sigambal, setelahnya kami juga ada membayar uang daftar ulang dari semester 1 dan 2 sebesar Rp.25 ribu perorang,” ujar Tarmiji.




