Bahkan salah satu warga, Sari (27) yang berdomisili di Tanah Mas menuturkan kepada wartawan media ini, Mobil angkutan Tanah yang melintas di daerah ini, bisa dibilang sangat meresahkan karena menyebabkan Debu berkepanjangan di daerah kami, belum lagi dari aktivitas ini sendiri menyebabkan jalan di beberapa titik mulai hancur, karena muatan yang dibawah truk ini melewati batas beban jalan.
“Hingga saat ini belum ada pemberitahuan ataupun selebaran dari aparat pemerintah baik dari Kecamatan, Kelurahan bahkan sampai ke Pemerintahan terendah yaitu Rukun Tetangga (RT) yang memberitahukan kepada kami selaku warga terkait banyaknya truk pengangkut Tanah yang melintas dijalan ini, kami berharap ada tindakan tegas dari pemerintah setempat untuk menertibkan aktifitas angkutan Tanah yang sangat meresahkan ini,” tutur Sari.
Mobil angkutan Tanah ini sendiri mulai beroperasi dari Jam 6 Pagi hingga menjelang malam dan yang meresahkan saat melintas truk-truk ini sering kebut-kebutan serta jalan beriringan (Konvoi) yang menyebabkan debu dan kemacetan panjang, karena pada pagi hari banyak aktivitas warga yang berangkat kerja serta anak-anak sekolah yang melintas.




