“Rupanya setiap menangis, dia berdoa minta dibuatkan warung,” lanjut Ismail.
Ismail memastikan kalau dirinya akan terus menggalang bantuan agar impian ini terwujud.

Diakuinya sejak melihat keluarga ini mengemis menggunakan kursi roda, dia sudah terpikir untuk membantu membuatkan usaha.
“Paling masuk akal itu ya membantu membuatkan warung. Karena memang keterbatasan ayahnya, sama sekali tidak ada mata pencaharian,” kata Ismail.
Koptu Ismail saat terlibat langsung membangun dapur dan kamar mandi di rumah Ramdani di Aceh Tamiang Setiap harinya, ia bersama putrinya yang masing-masing berusia 10, 9 dan 3 tahun berkeliling kampung berharap sumbangan warga.
Dani hanya bisa duduk di kursi roda memangku anak bungsunya.
Sedangkan dua anak lainnya mendorong kursi roda mendatangi satu per satu warung kopi yang ada di Karangbaru, Aceh Tamiang.
Ismail menggambarkan kalau sebelumnya kondisi kamar mandi dan dapur keluarga ini sangat memprihatinkan.
Selain berperan sebagai koordinator donasi, Ismail juga terlibat langsung dalam membuat bangunan dapur dan kamar mandi.
“Sangat memprihatinkan, sangat tidak layak,” ungkapnya.(Wiwin Hendra)




