Dalam hemat atau pantauan kami jembatan penghubung ini bisa bertahan paling lama satu tahun lagi untuk bertahan, selanjutnya jembatan akan tumbang atau amberuk, ucap Datu.
Jarak tempuh dusun Harapan Jaya menuju ke Ibu Kota Kecamatan
Peunaron sejauh 15 Km, dan penghasilan masyarakat disana adalah tani, jangankan kenderaan roda empat, kenderaan roda dua saja sulit untuk menempuh jalan ini, sehingga hasil panen para petani sulit untuk dijual ke Ibu Kota Kecamatan.
kecelakaan lalu lintas juga sangat rawan disana, karena jalan sudah sangat sulit untuk di lalui.
Kita sudah laporkan hal ini ke Pemda Aceh Timur dan Anggota DPRK Aceh Timur namun hingga sampai saat ini, perbaikan jalan dan jembatan belum terealisasi juga dari pihak terkait.
Padahal jalan itu adalah urat nadinya lalu lintas para petani yang membawa hasil taninya ke pusat pemerintahan kecamatan, namun sayang beribu sayang Pemda Aceh Timur belum ada sedikitpun merespon keadaan yang terjadi di Gampong kami, sebutnya.
Di Gampong kami selain peternakan sektor pertanian menjadi sektor utama penghasilan utama masyarakat, jadi apa bila ini tidak segera ditangani sudah dipastikan kemiskinan akan melanda di gampong kami, ujarnya.




