WSSV termasuk penyakit paling serius karena pola kematiannya yang tinggi dan cepat pada budidaya udang sehingga perlu dijadikan perhatian bagi petambak agar tidak merugi terlalu besar.
Kita akan berkoordinasi langsung dengan pihak terkait seperti Penyuluhan Perikanan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Timur, agar kiranya pembudidayaan udang vaname bisa berhasil, tuturnya.
“Banyak petani tambak sering menggalami kerugian, biasanya dalam setiap panen dilahan 1 Ha bisa sampai mendapatkan 15 ton, namun dikarenakan terkena penyakit panen paling tinggi hanya 8 ton.”ujar Kopda Rico Foulandi.
Untuk kita ketahui bersama Udang Vaname merupakan salah satu komoditas unggulan hasil perikanan yang menyokong produksi ekspor perikanan di Indonesia., namun apa bila WSSV dibiarkan sudah dapat dipastikan peningkatan tarap hidup masyarakat akan semakin merosot.
Semoga ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Dinas terkait agar lebih intens memberikan penyuluhan kepada para petambak udang vaname




