Insert foto: Dadang
Nusantara Netizen | Labura,
Catatan oleh: Budi Ardiansyah (Wartawan Nusnet.id Labura)
Tatapannya sayu, arah pandangannya terlihat berkecamuk seolah tak mampu membendung rasa berat beban yang ditanggung. Pagi itu, saat melihat sejumlah anak yang berseliweran dari depan rumahnya hendak berangkat ke sekolah.
Dia adalah Dadang (15), warga Dusun IX, Desa Perkebunan Londut, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), yang telah putus sekolah akibat dampak himpitan ekonomi keluarga.
Menilai sorotan matanya, seakan memberi sinyal bahwa nalurinya ingin bersekolah sangat kuat, dan berharap bisa kembali menenteng tas berisikan buku- buku pelajaran untuk dibawa ke sekolah.
Berawal dari munculnya artikel di hariansib.com, tentang adanya seorang bocah belasan tahun yang terpaksa berhenti sekolah akibat himpitan ekonomi, penulis mencoba untuk menelusuri kondisi Dadang saat ini.
“Sudah enam bulan tidak lagi sekolah bang, kayaknya gak bisa sekolah lagi, aku berhenti karena mamakku sakit. Akupun ikut kerja sama orang bantu kebutuhan dirumah,” lirih Dadang.




