“Tradisi ini bertujuan membentuk jiwa korsa, rasa memiliki, membentuk disiplin dan membangun jiwa kebersamaan antar rekan dan hierarki kepada senior,” imbuhnya.

“Semoga Ditpolairud Polda Sumsel menjadi kepolisian perairan dan udara yang handal, profesional, bermoral, patuh hukum serta mengerti akan tugas dan tanggung jawab yang diemban,” pungkasnya.
Sementara itu Ahmad Murnadi (56) yang merupakan kakek dari Bintara bernama Deden Wahyudi (20), sangat bangga dan berterima kasih kepada Ditpolairud Polda Sumsel.
“Kami sekeluarga besar mengucapkan banyak terima kasih kepada Polda Sumsel terutama Ditpolairud Polda Sumsel yang telah menerima anak kami, dan kami sangat bangga, anak kami bisa bergabung dan di terima di Ditpolairud Polda Sumsel,” ucap Ahmad Murdani yang merupakan 7ywarga dari Desa Pulau Gronggang kecamatan Pedamaran Timur OKI.(M.Tahan/RHM)




