Miftahul Jannah meneruskan kembali pertanyaannya, apa yang membuat ustad kembali dan menyadari bahwa paham radikal dan teroris itu salah?
“Kembali ke NKRI tidaklah mudah, namun karena faktor eksternal ada yg memberikan pemahaman baik dari instansi dan orang lain, pemahaman yang salah selama ini terhadap polisi, pejabat pemerintah, dan lainnya, serta faktor internal, merasa mendapat hidayah dari Allah SWT,” beber ustad Abdurrahman.

Kemudian ustad Abdurrahman memberikan pesan serta himbauan kepada seluruh masyarakat Sumsel, dan kepada para ikhwan, bahwa pemahaman Indonesia adalah negara kafir harus dirobah.
“Indonesia negara muslim, kepada ikhwan atau yang masih tergabung dalam kelompok, agar dapat menjaga kamtibmas di Indonesia khususnya di wilayah Sumsel, pada saat perayaan Natal dan tahun baru,” imbuhnya.
Sementara itu, pembawa acara Miftahul Jannah memberikan pertanyaan kepada salah satu tokoh agama Islam DR. KA. Bukhori Abdullah, M.Hum., beliau merupakan dosen pasca sarjana UIN Raden Fatah Palembang dan Ketua DMI Sumsel.




