“Ya mau gimana lagi pak, mau dinaikin harga dagangan takutnya malah gak laku, terus mau ganti dagangan lain gak ada modal, makanya kita cuma bisa pasrah dengan keuntungan yang makin tipis, “keluh Samsul.
Mereka menduga, kenaikan harga telur ini dipengaruhi atau sehubungan banyaknya warung PKH yang memborong telur ayam di pasaran.
“Ini kemungkinan ya pak, karena banyaknya agen warung PKH atau bantuan sosial itu, jadi harga telur mungkin sengaja dinaikan para pedagang telur di pasar yang berkesempatan meraup keuntungan, “ujarnya.
Pedagang setengah baya ini berharap agar pemerintah melalui Dinas Perdagangan Kabupaten OKI bisa memberi kebijakan untuk mengatasi kondisi ini sehingga harga telur di pasaran khususnya Kayuagung bisa kembali normal. (M.Tahan).




