“Ini harus menjadi perhatian kita semua terutama orang tua, pendidikan tidak cukup dari sekolah namun terlebih penting itu pendidikan karakter datangnya dari rumah. Saya turut prihatin kenapa hal ini bisa terjadi,” katanya.
Sebelumnya diinformasikan telah terjadi peristiwa penganiayaan yang dialami oleh seorang siswi SMP di kecamatan Teluk Dalam Kabupaten Asahan. Peristiwa tersebut dilakukan oleh seorang pelajar yang sakit hati karena pacarnya dibully oleh korban berinisial S yang masih satu sekolah dengan pelaku.
Peristiwa pembacokan tersebut dilakukan tanpa direncanakan. Saat itu, pelaku berpapasan dengan korban saat mengendarai sepeda motor langsung mengambil parang yang kebetulan ada di sekitar lokasi lalu membacok korban beberapa kali dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
“Pelaku karena di bawah umur tetap kita proses namun tetap dilakukan diversi dulu sebelum dilakukan ke tahap berikutnya sebagaimana dalam undang-undang peradilan pidana anak” katanya.(Darmawan).




