Adapun masalah yang sering dihadapi antara lain belum optimalnya penyediaan infrastruktur pangan, skor pola pangan harapan (PPH) masih belum maksimal, belum terjaminnya ketersediaan dan diverifikasi pangan, belum optimalnya pengawasan keamanan, belum optimalnya pengelolaan cadangan pangan daerah, belum optimalnya inovasi bidang pangan dan belum optimalnya monitoring dan evaluasi.
Desa berinovasi akan menjadi wahana inovasi yang dikembangkan secara profesional dan didukung oleh kolaborasi antara pemangku kepentingan baik pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi atau lembaga penelitian dan pengembangan, komunitas masyarakat dan media.
Kualitas dan nilai tambah potensi unggulan desa yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan daya saing daerah Kabupaten labuhan batu yang sama kita cintai ini.ujar Bupati.
Di akhir pidatonya Bupati mengajak semua stakeholder yang ada untuk menjadikan desa sebagai penggerak inovasi. Yang nantinya inovasi dan kolaborasi Desa akan dipusatkan pada pos pelayanan teknologi tepat guna dan terbuka untuk inovasi di berbagai bidang, seperti inovasi tata kelola desa, pengelolaan sumber daya alam termasuk di dalamnya mencegah alih fungsi lahan, inovasi pendidikan dan kesehatan, serta inovasi desa wisata dan masih banyak lagi.




