“Ini bentuk perang kita, bergerilya hingga tingkat desa, kita diberi amanat oleh negara baik Polri, TNI, BNN, Pemda semuanya bersinergi, jangan sampai rakyat kita terus-terusan menjadi bodoh karena narkoba dan radikalisme,” Sambungnya.
Polda sumsel menawarkan 4 strategi untuk membangun kawasan bebas narkoba dan radikalisme, diantaranya pendidikan mental dan spiritual masyarakat, perbaikan infrastruktur, peningkatan ekonomi kawasan serta peningkatan keamanan kawasan.
Sementara, Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE, mengatakan bahwa Pemkab OKI sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah peredaran narkoba dan paham-paham radikalisme di wilayahnya.
“Kita sudah terbitkan Perda pencegahan narkoba, kita sudah bentuk Desa bersih anti narkoba, Perhatian kami sangat luar biasa tentang hal ini. kita sudah melakukan peningkatan kualitas SDM di desa-desa dengan menggandeng tokoh-tokoh agama dan masyarakat, peningkatan sarana prasarana di desa, pembinaan usaha kecil, serta peningkatan keamanan di desa bersama dengan babinsa dan babinkamtibmas,” cetus Bupati.




