“Kami bangga mempersembahkan perusahaan ini, sebagai ekosistem untuk perkembangan perusahaan nasional. Kami terus memperjuangkan petani khususnya penanam Porang, sebagai langkah konkret untuk pengembangan ekonomi. Hal ini meningkatkan perekonomian nasional, dan secara khususnya untuk masyarakat Riau, langkah maju yang diterapkan PT Mitra Porang Nusantara, misalnya penanaman porang melalui sistem tumpang sari dengan pohon kelapa sawit dan karet,” kata Direktur PT Mitra Porang Nusantara, Ryan Audwinto.
“Industri pengolahan porang ini tidak hanya memasok kebutuhan industri makanan dan minuman saja, tetapi juga memenuhi untuk sektor industri lainnya atau yang nonpangan,” sambungnya.
“Jadi, kami inginkan masyarakat di Riau ini tidak bergantung hanya pada satu komoditas saja. Karena apabila terjadi fluktuasi harga, seperti yang dialami oleh petani kelapa sawit saat ini, mereka akan bisa terbantu dari komoditas lainnya, yakni porang,” jelas Ryan Audwinto.
“Untuk memenuhi kebutuhan bahan bakunya, PT Mitra Porang Nusantara juga menerima pasokan porang dari wilayah lain, di antaranya Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Jambi, Bengkulu dan Lampung. Saat ini perusahaan menampung sebanyak 80 ton umbi porang per hari dalam tiga shift. “Saat ini, kami telah memproduksi 12 ton chip porang per hari yang akan menghasilkan 1 ton tepung glukomanan perhari,” pungkasnya.




