Warga yang enggan menyebutkan identitasnya itu mengatakan bahwa setiap hari,keluar masuk sejumlah mobil truk berisi BBM yang masuk ke pangkalan pengepulan itu. Ada juga tengki yang masuk dan kencing BBM yang akan dikirim ke industri.
“Awalnya, kita tidak tahu bahwa mobil mobil itu berisi BBM. Kita pikir pada mau ke lapak barang bekas atau ke bengkel yang di ujung itu. Eh…tahunya bawa BBM,” imbuhnya.
Namun, dia tidak tahu berapa banyak mobil truk yang mengantarkan BBM ke pangkalan pengepulan itu setiap hari. Pasalnya, mobil-mobil truk dan Tengki itu kebanyakan masuk ke lokasi pada malam hari.
“Kita tidak hitung berapa jumlah mobil truk dan tangki yang keluar-masuk ke sana. Soalnya kebanyakan masuknya malam. Kalau siang agak jarang yang masuk,” katanya.
Oleh sebab itu hal usaha seperti ini yang disinyalir sudah merugikan Negara dan oleh karena itu langkah tegas ini harus dilaksanakan oleh jajaran polda Sumsel untuk memberantas para oknum penimbun solar BBM.
Dan tindakan tegas ini harus dilakukan untuk melindungi Pertamina yaitu sebagai perusahaan BUMN demi menghindari adanya kerugian negara. Langkah tegas itu juga untuk memberikan efek jera kepada pelaku penimbunan solar yang beraksi di wilayah hukum Polda sumsel
dan sampai berita ini diturunkan pihak penampung BBM Bersubsidi belum dapat di konfirmasi.




