Pada kesempatan yang sama, Asrol Aziz Lubis menyampaikan harapan dan optimismenya bahwa bahasa Melayu dialek Panai di Kabupaten Labuhanbatu dapat lestari kembali dengan usaha bersama. “ Kita harus yakin bahwa bahasa Melayu Panai di Kabupaten Labuhanbatu dapat kita hidupkan kembali,” ujarnya. Menambahkan penjelasannya, Asrol Aziz Lubis mengatakan bahwa salah satu strategi yang akan dilakukan adalah menjadikan bahasa Melayu dialek Panai sebagai muatan lokal pembelajaran. Melalui kegiatan ini, beliau berharap guru-guru yang dilatih dapat mengimplementasikannya di sekolah masing-masing.
Kegiatan ini diikuti oleh enam puluh guru utama di lingkungan pendidikan Kabupaten Labuhanbatu dan berlangsung selama lima hari, Rabu s.d. Minggu, 10—14 Agustus 2022. Selain dilatih oleh tujuh narasumber beserta pendamping yang ahli pada bidangnya, peserta juga dibimbing merancang materi pembelajaran yang seru dan menarik untuk diterapkan di sekolah masing-masing.
Mewakili Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara sekaligus panitia pelaksana, dalam penutupan kegiatan, Syaifuddin Zuhri Harahap, M.Si. menyampaikan bahwa, enam puluh tenaga pendidik yang dilatih telah berhasil merancang modul pembelajaran muatan lokal sesuai tujuan kegiatan ini. Syaifuddin Zuhri Harahap berkeyakinan bahwa para guru adalah pioner BBPSU di lapangan untuk regenerasi bahasa daerah kepada siswa-siswi di Kabupaten Labuhanbatu.




