“ Peserta dari 60 orang tenaga pendidik yang sudah kita latih beberapa hari ini alhamdulillah berhasil. Tentang muatan lokal dari 7 program yang kita canangkan, sudah diuji coba tadi pagi. Alhamdulillah sangat memuaskan dan berhasil. Konsep revitalisasi bahasa daerah ini masih panjang perjalanannya. Saya berharap sesuai dengan komitmen kita, dari 60 orang guru yang dilatih akan menghasilkan 385 orang guru dan 8.018 orang siswa sebagai sasaran di Kabupaten Labuhanbatu. Saya yakin kalau tidak ada bapak dan ibu, revitalisasi ini tidak akan berjalan. Saya yakin bapak dan ibu adalah pionir-pionir kami di depan dan di lapangan untuk regenerasi ataupun pewarisan bahasa daerah kepada anak-anak kita,” lengkapnya.
Ditutup secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu di Hotel Platinum, Rantauparapat, kegiatan ini berjalan dengan lancar. Asrol Aziz Lubis mengatakan para guru terlihat ceria dan bahagia dalam mengikuti kegiatan ini. Artinya tujuan dan hasil kegiatan ini mampu dipahami oleh para guru. “ Bapak ibu ceria dan bahagia. Artinya mungkin output dari kegiatan ini tersampaikan dan cukup berhasil. Keberhasilan ini juga tidak cukup sampai di sini. Para guru coba disampaikan kepada kepala sekolah, guru-guru, dan siswa-siswa di sekolah masing-masing. Harapan saya ini bisa berimbas,” tambahnya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu juga mengharapkan bimbingan dari Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara untuk penerbitan perda tentang bahasa daerah di Kabupaten Labuhanbatu. “ Untuk penerbitan Perda di Labuhanbatu, kami mohon dibimbing,” tandasnya.




