Adapun tahapan Revitalisasi Bahasa Daerah, yaitu (1) Tahap-1: rapat koordinasi antarinstansi, (2): Tahap-2: rapat koordinasi dengan maestro/calon pengajar, (3) Tahap-3: pelatihan guru utama (master), (4) Tahap-4: diseminasi model/pewarisan bahasa daerah kepada Tunas Bahasa Ibu, (5) perlombaan tingkat kabupaten/kota, dan (6) festival tunas bahasa ibu (FTBI) tingkat provinsi.
Ketua panitia, Syaifuddin Zuhri Harahap, M.Si. dalam laporannya menyampaikan, bahwa revitalisasi bahasa daerah penting untuk dilakukan agar bahasa daerah tetap terjaga, khususnya bahasa Melayu dialek Panai di Kabupaten Labuhanbatu. “ Kegiatan ini merupakan tahap ketiga setelah rapat koordinasi antarinstansi dan rapat koordinasi dengan maestro yang telah dilakukan sebelumnya” tambahnya.
Dalam sambutannya, Kepala BBPSU menyampaikan bahwa ada tujuh materi yang akan diajarkan dalam revitalisasi bahasa daerah Melayu dialek Panai, yaitu menulis dan membaca aksara Arab Melayu, menulis dan membaca puisi, menulis cerpen, mendongeng, berpidato, tembang tradisi, dan berkomedi tunggal dalam bahasa Melayu dialek Panai. Menambahkan sambutannya, Hidayat Widiyanto berharap nilai-nilai yang akan diajarkan nantinya dapat tersampaikan kepada putra-putri daerah.




