Politik dinasti ini yang juga menjadi pemicu terjadinya praktek-praktek tercela dalam suatu birokrasi, seperti korupsi yang sangat merugikan daerah dan masyarakat sendiri. Dinasti politik itu juga sering menjadi pemicu terjadinya praktek Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), bahkan bisa menjadi perusak demokrasi, artinya generasi-generasi penerus yang jauh lebih mempunyai potensi justru tersingkir gara-gara adanya dinasti politik itu .
Harda mengajak kepada masyarakat Sumatera Selatan agar lebih cermat lagi dalam memilih pemimpin dan harus terlepas dari dinasti politik seperti yang saat ini berkembang.
“Ke depan, menjelang pemilu 2024, kita semua (masyarakat Sumsel) harus lebih cermat lagi dan berikan kesempatan bagi yang berpotensi besar memimpin, punya intergritas, punya kepedulian besar terhadap Sumsel, itu harus didukung. Kita harus berani menolak Gubernur dan atau Bupati yang berakar politik dinasti”, sebutnya.
Selain itu, Harda meyakini dinasti politik tidak akan membawa Sumsel yang lebih baik. Ia mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang punya integritas dan konsep yang jelas untuk membangun Sumsel ke depan, tanpa harus dari dinasti.




