Di rumah kita, misalnya, sambungnya, seperti dengan menanam tanaman yang memiliki nilai jual.
Kepada Deputi BI Aceh dan Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe, Bupati menjelaskan bahwa pengelolaan tata niaga dan rantai pasok produk hasil pertanian/perikanan di Aceh mesti dibenahi.
“Tata niaga di masyarakat kita ini khususnya petani harus dibenahi, bagaimana dengan hasil panen yang melimpah ruang namun harga tidak anjlok.
Tentunya besar harapan saya ke depannya ada lagi pelatihan di Aceh Tamiang yang tentunya dapat meningkatkan ilmu petani-petani kita di Aceh Tamiang, dan Pemkab akan dukung sepenuhnya,” ujarnya.
Sebelumnya dalam sambutan Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Tengku Amir Hamzah menjelaskan bahwa program Integrated Farming ini merupakan program kolaborasi KPw BI Lhokseumawe dan KPw BI Aceh dalam rangka mendukung pemberdayaan ekonomi di daerah serta sebagai salah satu upaya pengendalian inflasi melalui sektor ketahanan pangan.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah bersedia hadir.




