Dalam kesempatan itu Bupati Mursil mengajak warga untuk menghidupkan kembali kontrol sosial terhadap lingkungan. Ia meminta, warga yang mengetahui keberadaan penjual atau bandar narkoba supaya bisa melaporkannya kepada aparatur hukum. “Laporkan bila mengetahuinya. Supaya lingkungan kita kondusif, terjaga. Kenaikan angka kriminalitas berkorelasi dengan ada-tidaknya pengguna narkoba di suatu tempat,” sambungnya menguraikan.
Langkah selanjutnya, kata Bupati lagi, menjaga anak-anak dengan penguatan pemahaman beragama supaya terhindar dari penyalahgunaan barang haram tersebut.
“Sekitar 90 persen penghuni lapas kita adalah terpidana kasus narkoba. Banyak di antaranya anak-anak muda. Kita miris sekali dengan keadaan ini. Karenanya mari sama-sama jaga anak-anak kita dari pergaulan yang salah, dari budaya yang menyimpang. Perkuat pemahaman beragamanya. Mulai dari rumah,” tuturnya kepada seraturan warga Kampung Tangsi Lama yang mengikuti pengajian akbar kemarin.
Senada dengan Bupati, Ketua MPU Ustadz Syahrizal yang menyampaikan materi pengajian mengajak masyarakat untuk kembali menegakkan akidah yang lurus sesuai akidah ahlus sunnah wal jama’ah. Dikatakannya, munculnya budaya menyimpang seperti maraknya penyalahgunaan narkoba ialah akibat masih lemahnya akidah dan pemahaman beragama.




