Dalam materinya, Sekda menegaskan seluruh stakeholder yang ada untuk bertanggung jawab atas pelayanan kesehatan masyarakat hingga kepelosok Desa, berikan layanan kesehatan yang terbaik terhadap ibu,bayi baru lahir, bayi dan anak diwilayah kerja pemerintah Kabupaten Labuhanbatu.
Saya sangat berharap workshop pokja inlah dalam 2 hari ini dapat menghasilkan rencana kerja minimal sampai dengan tahun 2024 sehingga pengawalan terhadap isu kematian ibu dan bayi sustanting dapat dikawal secara struktur dan sistematis.harapnya.
Disisi yang sama Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Friska,E, Simanjuntak,SKM, MM, mengatakan langkah-langkah yang akan ditempuh untuk mensukseskan program KIBBLA diantaranya memfokuskan rencana kerja pada titik rawan yang tingkat kematian ibu dan bayinya tinggi.
Mendukung program tersebut, Ketua TP. PKK Kabupaten Labuhanbatu dr Maya Hasmita, S.POG, MKM, mengatakan melalu Sahabat Bunda Maya Center akan terus bergerak mensosialisasikan poin-poin penting guna menghindari jumlah kematian ibu melahirkan dan bayi, salah satu diantaranya terus menghidupkan posyandu di setiap Desa dan Kelurahan.




