Ditegaskan dr.Maya, kiranya seluruh instansi terkait mampu memberikan ide terbaik untuk masyarakat, seperti sosialisasi pendidikan kepada anak remaja agar tidak melakukan hubungan seks yang tidak manusiawi diluar nikah yang dapat menimbulkan kemungkinan besar menambah jumlah kematian ibu hamil.
Diakhir arahanya, dr.Maya berharap seluruh stakeholder untuk serius menjalankan program KIBBLA ini sehingga Kabupaten Labuhanbatu maju lebih baik lagi.
Sementara itu, Safrismet selaku perwakilan dari Jhpiego menyebutkan Agenda ini menjadi agenda tambahan bagi Jhpiego karena program ini pada dasarnya lebih fokus kepada kedekatan penerapan keluarga berencana pasca persalinan, namun karena melihat ada peluang kita untuk menyelamatkan ibu dan ibu melahirkan dan bayi baru lahir melalui kebijakan maka Dinas Kesehatan bersama Dinas BP2KB menjadi dasar kita untuk mengimplementasikan rencana kerja ini.
Pembukaan Workshop tersebut dihadiri Sekdakab Labuhanbatu Ir Muhammad Yusuf Siagian, MMA, Kadis Kesehatan Labuhanbatu H.Kamal Ilham, SKM,MKM, Kaban Bappeda Hobol Z.Rangkuti, Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Friska E.Simanjuntak, SKM, MM, Kabid Yankes Indra Agusman SKM, Ketua TP.PKK Labuhanbatu dr.Hj.Maya Hasmita,MKM, Para Kepala Puskesmas dan peserta Workshop. (Rahmat)




