Disamping hal tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan disiplin anggota dalam penggunaan senjata api. Penggunaan senpi dalam bertugas agar sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditentukan oleh Dinas Polri,” ujar Kapolres.
Sementara pada lomba bongkar pasang senjata laras panjang diikuti 20 peserta berasal dari perwakilan anggota Satintelkam, Satreskrim, Satresnarkoba, Satsamapta, Satpolairud dan polsek jajaran.
Sebelum perlombaan dimulai masing-masing senjata yang akan dibongkar pasang terlebih dahulu dicek oleh Provos Polres Aceh Timur, apakah senjata sudah dalam kondisi aman atau belum.
Dalam kesempatan tersebut Kapolres memberikan arahan dan petunjuknya pada panitia lomba guna kesuksesan kegiatan.
“Faktor keamanan harus diutamakan, dan pada saat lomba panitia harus lebih memperhatikan faktor waktu kecepatan dan ketepatan proses pembongkaran dan pemasangan kembali senjata.
Setelah dimulai pembongkaran senjata harus betul-betul diperhatikan item-item senjata yang sudah dibongkar atau belum dan ini menjadi faktor penilaian yang sangat penting,” tegas Kapolres Aceh Timur AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat, S.I.K.




