Dampak kerusakan lingkungan hidup dan kerugian masyarakat itu, bersinggungan dengan kawasan sungai yang secara nyata terlihat di bagian hilir. Hal ini dijabarkan oleh Assoc Prof Dato’ Achmad Syarifuddin yang sudah melakukan penelitian di kawasan Sungai Enim, Muara Enim.
Penelitian yang dilakukannya beberapa waktu lalu mengungkap bahwa Sungai Enim saat ini sudah sangat tercemar. Hal ini memberikan dampak pada Sungai di bagian Hulu, yakni Sungai Musi yang menjadi jantung ekonomi warga Palembang.
“Komitmen bersama, keterlibatan semua pihak dalam hal ini. Sehingga kami di bagian hilir juga tidak asal dapat getahnya,” timpa Sultan Mahmud Badaruddin IV, Raden Muhammad Fauwaz Diradja. Sejumlah sudut pandang baru juga muncul dalam diskusi ini, utamanya dari pegiat lingkungan dan pegiat anti korupsi yang menjadi alasan bagi diskusi ini akan segera dilanjutkan dalam waktu dekat.
“Forum diskusi ini adalah program nyata yang digagas oleh Kantor Berita RMOLSumsel lewat divisi Research and Development. Tidak hanya mengakomodir kebutuhan berita, tetapi ini menjadi upaya kami mengisi ruang kosong dialektika dan diskusi untuk kemajuan pemikiran, agar kita semua bisa berkontribusi untuk Sumsel,” jelas Fajar Wiko, Wakil Pimpinan Redaksi RMOLSumsel. (Rhm)




