Dr. Marbawi dari Unimal berkesempatan menjadi pemapar kedua yang menjelaskan tentang ekonomi makro dan mikro serta permasalahannya di Aceh.
Sedangkan pemapar ketiga adalah Tgk. Rifky yang menjelaskan tentang program Binter Kodim 0103 Aceh Utara “lidi sawit, nipah dan kelapa” yang memiliki potensi ekspor ke manca negara. Dilanjutkan oleh Hasballah dari Lembaga Pengembangan Industri Aceh yang memaparkan tentang potensi ekspor briket kelapa, dengan UMKM pembuatan arang batok kelapa yang banyak ditemui di Aceh Utara.
Pemapar kelima adalah Direktur PT. Pelindo tentang kesiapan logistik dan fasilitas pelabuhan dalam mendukung ekonomi Aceh.
Pemapar terakhir yakni Kepala BI perwakilan Lhokseumawe, Gunawan, yang menjelaskan dukungan perbankan terhadap KEK, ekspor dan UMKM.
Dalam sesi tanya jawab, Direktur BUPP Patriot KEK Arun, Indra, menjelaskan tiga permasalahan kenapa investor lari yakni waktu sewa lahan yang kurang lama, kecukupan pasokan listrik dan ketersediaan air ketika pabrik berdiri. “Permasalahan sewa lahan, insha allah akan selesai dengan PMK (peraturan menteri keuangan) yang memperbolehkan sewa lahan hingga 30 tahun” ujarnya.




