“Sedangkan untuk ketersediaan listrik akan saya komunikasikan dengan PJB (pembangkit listrik) dan pasokan air akan teratasi dengan adanya investasi air kedepan. Doakan saja” pungkas Indra.
Wakil walikota Lhokseumawe menyampaikan, “Kalau bisa produk Aceh bebas pajak jika menggunakan pelabuhan Lhokseumawe, selama ini semua pengusaha lari ke Medan karena mahal, termasuk TKBM (tenaga kerja bongkar muat).” Keluhan ini akan dikomunikasikan oleh KEK dalam pertemuan lanjutan termasuk dengan pembuatan qanun tentang Tax Allowance bagi produk komoditas unggulan Aceh dan penetapan upah kerja bagi TKBM pelabuhan.
“Minimal sama lah dengan Medan (Belawan), jangan TKBM jadi preman, sehingga menjadi ongkos tidak jelas bagi kami para pelaku usaha” ungkap salah satu peserta diskusi.
Dari Bank Aceh mewakili para unsur Perbankan yang lain menyampaikan cukup senang dengan adanya program ini khususnya lidi sawit dan arang kelapa, “ini yang ditunggu oleh perbankan” ungkapnya.
Kesiapan dukungan dana juga disampaikan oleh Plt. Sekda Aceh Utara, Dayan. “Gampong memiliki BUMG dan Dana Desa yang dialokasikan untuk ketahanan pangan. Kalau harga mesin yang cuma 6 juta, itu mudahlah kalau Gampong ingin memajukan rakyat mereka. Asalkan mereka mau”




