“Pertemuan ini akan menentukan masa depan Aceh” pungkas Dandim.
Dipandu moderator oleh Dr. Julius Dharma dari Unimal, kegiatan komunikasi sosial lintas sektoral tersebut dihadiri oleh seluruh unsur Muspida Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara beserta staf terkait seperti Kadis BPMG, Kadis Perindakop, Kadis DKPP, Kadis Pertanian, Kepala BUMD Kota (PDPL) dan Kabupaten serta 31 Camat di wilayah Kodim 0103/Aut. Selebihnya merupakan stakeholder yang berperan dalam ekonomi makro dan mikro yakni Pejabat di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, Kepala Bank Indonesia perwakilan Lhokseumawe beserta para pimpinan perbankan di Lhokseumawe diantaranya kepala regional BSI, Kepala Bank Aceh, Bank Danamon, Bank CIMB, Direktur Pelindo, Dirut PT. PIM, Dirut PT. PAG, Dirut PT. PGE, GM PTPN 1, GM PT Bapco, GM PT. Setya Agung, Kepala KPP Pratama Lhokseumawe, Kepala KPKNL Lhokseumawe dan para pengusaha pelaku usaha di Lhokseumawe dan Aceh Utara.
Diawali oleh pemaparan Kepala UPTD KEK, Zulkifli Hamid, tentang situasi terkini KEK Arun yang mematahkan asumsi bahwa KEK Arun akan ditutup, bahkan sudah membukukan investasi 3,7 T dengan 15 perusahaan existing. Diharapkan dengan fasilitas Tax Holiday dan Tax Allowance serta kemudahan perijinan One Stop Service, bs menarik investor datang ke KEK.
“Jika KEK berjalan makan akan mempekerjakan 40 ribu orang Tenaga Kerja” kata beliau.




