“Mari bersama kita lakukan langkah-langkah yang dapat memajukan daerah Aceh”, ucapnya serasa menghimbau.
Tak hanya itu, di hadapan para peserta diseminasi, Mursil juga mengungkapkan bahwa Aceh Tamiang melalui program Kementerian Kelautan dan Perikanan telah berhasil membudidayakan udang vaname dengan hasil panen dalam waktu 3 bulan sebanyak 35 ton.
“Keberhasilan budidaya udang vaname yang mampu tembus kurang lebih Rp. 2 milyar juga sangat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat,” ungkap Mursil.
Sebelumnya, Kepala Bappeda Aceh yang diwakili Kabid Litbang, Ema Alemia mengatakan, penelitian sangat penting terhadap rencana pembangunan.
“Penelitian memiliki fungsi penting terhadap pembangunan. Pembangunan yang baik harus berdasarkan data dan fakta”, terangnya.
Lebih lagi, diseminasi sebagai tindak lanjut proses penyebaran inovasi yang direncanakan, dikelola dan diarahkan. Dengan adanya diseminasi diharapkan mampu saling bertukar informasi dan hasil penelitian dapat menjadi rekomendasi kepada Perangkat Daerah dalam pengambilan kebijakan perencanaan pembangunan.




