Saking menggebu-gebu, keluar ancaman akan mengirim santet. Apalagi mereka yang alumni Sukamiskin tampil di pangung politik sambil berteriak moral sampai urat leher mau putus.
Padahal, mereka berada di Sukamiskin, penjara khusus koruptor di Bandung, karena persoalan moral alias terlibat korupsi. Panggung politik itu benar-benar kehilangan kendali peradaban di tangan orang-orang yang belum matang berpartai.
Politik sebagai seni menggapai dan mempertahankan kekuasaan telah dipentaskan di atas panggung secara liar dan brutal.
Kehilangan kendali peradaban itulah, saat tampil dalam panggung publik politik berkata bersatu, bersatu, bersatu, bahkan wajib aktif mempersatukan untuk kesejateraan.
Kenyataan di dalam sangat miris, sudah lupa kerabat rekan teman dan saudara, bahkan tak jarang terang terangan sikut-sikutan satu sama lain.
Ada penyakit yang kadang-kadang bahkan lebih hebat daripada rasa suku dan rasa daerah,yaitu penyakit kepartaian dan fanatisme
Tentu hal ini tidak tampak, maksudnya tidak terlihat jelas oleh kasat mata,ibaratnya mungkin lebih gampang cari cara melihat gondoruwo dan sejenisnya dari pada mengetahui arah politik.




