Sebagai bangsa timur yang kental dengan norma norma keteladanan, kita wajib bisa menterjemahkan berlaku politik santun, dengan menjauhkan konsep politik kepentingan.
Intinya politik wajib tetap berjalan, cuma dengan merubah jadi perjuangan kearifan, politik tidak boleh dikubur karena tidak ada demokrasi tanpa partai.
Politik merupakan satu-satunya pihak yang dapat menerjemahkan kepentingan dan nilai-nilai masyarakat ke dalam legislasi dan kebijakan publik yang mengikat.
Peran itu tidak bisa dikudeta oleh masyarakat madani. Kita mendorong partai untuk dewasa menyelesaikan persoalan internal. Bagaimana bicara persatuan dan kesatuan bangsa jika internal partai tidak mampu merawat persatuan dan kesatuan.
Tidak ada pemenang dalam sebuah konflik, yang pasti partailah yang kalah.
Diskusi dan dialog itulah yang kian menghilang dari tradisi partai politik. Pertukaran gagasan diganti dengan pertukaran kepentingan, dengan dalih motif ekonomi dan kekuasaan mulai mengingkari dan bahkan menginjak injak martabat, harkat manusia, sekarang sudah mulai banyak yang tampil diatas panggung sandiwara politik (Wartawan Wiwin Hendra)




