Risris menambahkan, pihaknya secara berkesinambungan membangun komunikasi dan koordinasi intensif dengan pemkab setempat. Ia menyebutkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan pusat riset unggulan nilam seperti ARC USK.
DUA CALON LOKASI
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan yang ikut mendampingi Bupati dan tim survei menuturkan, ada dua titik yang disurvei, yakni areal kampus politeknik, Kp. Sapta Marga, Manyak Payed, dan Kp. Paya Meta, Karang Baru. Namun, kata Safuan lagi, pendamping tim yang terdiri unsur Distanbunnak, Bappeda, Humas, serta pengurus Koperasi Aroma Tamiang Makmur, juga mengunjungi ketel milik koperasi petani nilam yang berada di Kp. Pantai Tinjau, Sekerak.
“Kita sengaja bawa, supaya tim survei melihat langsung ketel penyulingan nilam tradisional yang sekarang beroperasi. Jadi mereka punya gambaran, seperti apa nanti ketel penyulingan yang dibutuhkan oleh petani yang bernaung di bawah koperasi primer nilam kita,” tuturnya menjelaskan.
Bupati Mursil turut membawa tim survei mengunjungi areal tambak klaster pengembangan udang vaname di Kp. Dagang Setia, Manyak Payed. Disebutkan Mursil, hasil panen udang klaster itu dikelola oleh koperasi yang dikelola oleh para petambak setempat.




