“Dengan ARC, misalnya, mereka sudah merangkai kerja sama dengan para produsen parfum Prancis. Ini peluang kita. Makanya kita harus percepat implementasi pembangunan sentra minyak nilam,” tukasnya menjelaskan.
Dijelaskan Bupati Mursil, dirinya meyakini lahirnya sentra produksi minyak nilam Aceh Tamiang mampu mengangkat perekonomian petani dan masyarakat sebagai dampak multiplier effect yang ditimbulkan.
“kalau sentra penyulingan minyak nilam bisa berhasil, insyaallah ekonomi masyarakat akan ikut terangkat. Ini yang paling penting,” tambahnya optimis.
DED TERKAIT ALUR PRODUKSI DAN INDUSTRI NILAM
Sebelumnya, Risris Nurjaman, Tenaga Ahli Penyusunan DED Factory Sharing Berbasis Nilam, Kementerian Koperasi dan UKM RI, menerangkan, kehadiran tim yang berjumlah tiga personel tersebut untuk penyusunan DED yang berkaitan dengan alur produksi dan industri koperasi primer untuk pembuatan minyak nilam.
“Survei ini dilakukan untuk penyusunan DED yang berkaitan dengan alur produksi dan industri koperasi primer untuk pembuatan minyak nilam, yang menjadi program kerja Kemenkop UKM,” ucapnya menerangkan.




