Nusantara Netizen – Maluku
Lambannya penanganan yang dilakukan pemerintahan daerah Seram Bagian Timur (SBT) atas korban kecelakaan laut (laka laut) yang menimpa longboat pengantar rombongan aparatur sipil negara (ASN) dari desa Tanah Baru Kecamatan Kesui Warubela menuju Kecamatan Teor, Rabu (23/3/2022) lalu.
Keterlambatan pemda melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melayani masyarakat, khususnya mereka yang menjadi korban laka laut itu, kemudian mengundang reaksi publik, dimana pemda SBT dimata masyarakat tidak serius menanggapi insiden yang dimaksud.
Bukan hanya dari masyarakat, reaksi itu juga datang dari Kelompok Cipayung dibawah pimpinan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) SBT yang menggelar aksi demonstrasi di depan rumah Bupati (pandopo), Sabtu (26/3/2022).
Dalam aksi demo itu KNPI dibawah pimpinan Rusdi Rumata dan Cipayung di SBT menuntut agar Bupati Mukti Kaliobas untuk mengevaluasi semua pimpinan oraganisasi perangkat daerah (OPD) yang tidak produktif. Karena bagi mereka (pendemo) pimpinan OPD yang tidak produktif tersebut akan membawa dampak buruk terhadap perkembangan pemerintahan. Termasuk pelayanan terhadap warga masyarakat di bumi Ita Wotu Nusa ini.’’




