Menurut Kasat Reskrim, Bripka Fery Fadli menyatakan sangat ironis, hanya karena kerugaian materi yang tidak seberapa untuk kebutuhan sehari-hari, seorang bapak dengan dua anak yang masih kecil-kecil ini harus dipenjara. Karena itu, atas dasar kemanusiaan kami selesaikan kasus ini dengan restorative justice atau diselesaikan secara kekeluargaan, dengan catatan pelaku tidak akan mengulanginya lagi dikemudian hari,” terang jelas Kasat Reskrim.
Hingga akhirnya pada Rabu, (23/03/2022) sore, dengan disaksikan Perangkat Desa Meunasah Krueng Bripka Fery Fadli mencabut laporan dan DK yang menjalani penahanan di Rumah Tahanan Polres Aceh Timur langsung dibuka baju tahanannya oleh Kasat Reskrim.
Dengan diantar Kasi Propam Ipda Edi Saputra, Penyidik Satreskrim Polres Aceh Timur, Bripka Fery Fadli dan Geuchik Desa Meunasah Krueng, DK kembali kepada keluarganya yang disambut haru oleh istri dan kedua anaknya. Selain itu Polres Aceh Timur juga memberikan bantuan sembako dan santunan kepada DK.
“Kasusnya sudah ditutup melalui restorative justice, korban sepakat mencabut laporan dan menyelesaikan secara kekeluargaan sedangkan pelaku yang disaksikan Kepolisian maupun Keuchik setempat juga meminta ma’af kepada korban dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang melanggar hukum lagi,” ujar Kasat Reskrim.




