Usai mandi korban baru sadar, bahwa lantai rumahnya terdapat tapak kaki penuh lumpur, selain itu ruang tengah juga terlihat berantakan. Bripka Fery Fadli memanggil istrinya untuk mengecek isi dalam rumah dan tidak ada barang yang hilang. Namun, saat mengambil seragam dinas yang digantung di ruang tersebut, di dalam saku celana ada uang tunai Rp. 800.000 serta jam tangan dan ternyata sudah tidak ada. Setelah lepas dinas, Bripka Fery Fadli membuat Laporan Polisi di SPKT Polres Aceh Timur bahwa telah terjadi pencurian di rumahnya.
“Setelah memperdalam penyelidikan DK adalah pelakunya, sehingga pada, Sabtu, (12/03/2022) yang bersangkutan kami amankan,” kata Kasat Reskrim.
Mengetahui pelaku pencurian di rumahnya tertangkap, Bripka Fery Fadly kemudian mendatangi Unit Pidum Satreskrim Polres Aceh Timur untuk melihat pelakunya. Setelah melihat dan motif pelaku, Bripka Fery Fadly yang semula akan melanjutkan perkara tersebut berubah 360 derajat dan memutuskan untuk mecabut laporannya memutuskan kasus ini diselesaikan melalui langkah restorative justice.




