Ridwan memang terlihat kreatif dalam memodifikasi angkong hingga menjadi tempat mengumpulkan barang bekas sekaligus tempat anaknya bermain.
Pada kedua anak itupun tergambar ketidaktahuan beratnya kehidupan dan perjuangan kedua orang tuanya.
Kedua bocah itu pun tampak tertawa dengan riangnya karena angkong yang dinaiki disorong oleh ayahnya, Ridwan.
Ditemui awak media ini, Mastri Dewi berbicara gamblang. “Gimanalah, kalau ditinggal di rumah tidak ada yang jaga, jadi terpaksa harus dibawa,” ujarnya santai.
Kesehariannya, ujar ibu itu, mereka berkeliling dari desa ke desa mencari barang bekas untuk dijual guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Terkadang cuma dapat Rp 30 ribu per hari,” aku Mastri.
Sementara, Ucok (51) tetangga Ridwan, mengakui kehidupan kedua pasangan suami istri tersebut memang memprihatinkan.
“Mereka tinggal di rumah yang tidak layak huni, dan pantas untuk dibantu,” sebut Ucok lagi. (ri)




