Lantas, CB turun dari mobil Alphard, dan masuk ke dalam mobil Pajero yang ditumpangi oleh DP. CB lantas menyuruh sopir Pajero yang menjemput ARM untuk keluar, dan gantian menyetir mobil tersebut.
Sambil menyetir, CB mengancam DP yang duduk di bangku belakang dan menudingnya merebut suaminya.
CB lantas membawa DP dan ARM ke Kompleks Tasbih II, Jalan Setia Budi, ke rumah MJ.
Tiba di rumah MJ, DP langsung dipukul oleh MJ di bagian wajah.
“Masih sakit ini mukaku dipukulnya,” kata DP.
DP dam ARM lantas disidang oleh keluarga besar CB. Yang hadir waktu itu adalah MJ, RCD (istri MJ), AS (kakak CB). Dari semua yang ikut menginterogasi DP dan ARM, yang paling keras menganiaya DP adalah AS, demikian menurut DP.
Berselang beberapa saat kemudian, suami DP, B, datang ke rumah MJ, untuk meredakan suasana dan menyarankan agar masalah tersebut dibawa ke kantor polisi terdekat.
Namun, belum sempat ke kantor polisi, anggota keluarga CB lainnya juga ikut datang. Mereka adalah dua oknum perwira yang bertugas di Polda Sumut dan di Polres Langkat.




