Nusantara Netizen – Jakarta
Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rusli Abdullah menyebutkan produsen memanfaatkan perayaan Hari Raya Idul Adha dan permintaan konsumen yang tinggi memicu kenaikan harga daging sapi dan kambing di sejumlah pasar wilayah DKI Jakarta.
“Kemungkinan ini perilaku konsumen karena kebutuhan lebih besar, dan juga perilaku produsen,” kata Rusli Abdullah di Jakarta, seperti di kutip Antara, Selasa (20/07/2021)
Berdasarkan Informasi Pangan Jakarta, Selasa, harga rata-rata harian daging sapi dan kambing di sejumlah pasar wilayah DKI Jakarta mengalami kenaikan masing-masing sebesar Rp1.174 dan Rp2.414 per kilogram saat Idul Adha.
Harga daging sapi has (paha belakang) mencapai Rp135.833 per kilogram atau naik Rp1.174 dan daging kambing mencapai Rp132.727 per kilogram atau naik Rp2.414 dibandingkan harga pada Senin kemarin.
Menurut Rusli, pasokan daging khususnya kambing dan sapi saat ini melimpah seiring pembagian daging kurban saat Idul Adha, sehingga harga dapat ditekan.
Sedangkan soal perilaku produsen, ia memperkirakan para produsen memanfaatkan momentum hari raya karena banyak permintaan.
Ia mengharapkan pemerintah daerah untuk terus memastikan pasokan kebutuhan pokok termasuk daging yang dipasok dari daerah penyangga dan provinsi di sekitar DKI Jakarta, dalam kondisi lancar sehingga tidak terjadi gejolak harga saat pandemi COVID-19.
Laman “infopangan.jakarta.go.id” menginformasikan harga daging sapi has per 19 Juli 2021 di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur mencapai Rp145.000 per kilogram.
Kemudian di Pasar Senen Blok III, harga daging sapi has mencapai Rp140.000 per kilogram dan di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan mencapai Rp135.000 per kilogram.
Sedangkan harga daging kambing di tiga pasar itu per 19 Juli 2021 masing-masing mencapai kisaran Rp120.000-Rp140.000 per kilogram. (*)




